Maaf Ku Tak Bisa Membawamu di 2019 Ini

Sebenarnya isu Resolusi sudah menjadi agenda tahunan bagi saya. Hanya saja, akhir tahun kemarin menjadi titik lemah bagi saya pribadi untuk merenungkan kembali resolusi yang satu tahun sebelumnya sudah saya rencanakan dengan konsep yang lumayan gereget. Namun, seiring berjalannya waktu ternyata beberapa konsep resolusi tahun 2018 banyak yang belum terlaksana T_T .. Jadi hemat saya, masihkah resolusi dibutuhkan?

Tahun ini adalah titik awal kehidupan saya, karena ada beberapa hal yang ingin saya tinggalkan dan segera saya ganti dengan resolusi lainnya setelah drama kehidupan yang tak kunjung punya kejelasan dan membuahkan kebaikan di hidup saya.

Ada banyak racun dikehidupan saya tahun 2018, sehingga sebisa mungkin saya usahakan untuk membersihkannya dan banting setir ke bhal-hal yang lebih bermanfaat dan bermakna bagi saya dengan sebaik-baiknya.

Hidup harus terus berjalan dengan atau tanpa dia!

anonymous

Apa saja yang harus saya tinggalkan?

  1. Kebiasaan menggantung resolusi dan menunggu ‘kawan’ sebagai lawan mainnya. Iya ada beberapa resolusi yang penampakannya pun saya gantung ke beberapa orang. Dari awal tahun hingga akhir tahun pun memang akhirnya tidak terlaksana karena beberapa kendala. Seperti misalnya, awal tahun 2018 saya dengan teman main saya berusaha punya produk kemuslimahan. Karena banyaknya rencana dan kurang matangnya perencanaan akhirnya terbengkalai dan kami ikhlaskan untuk ditunda dulu, mengingat kami juga butuh recehan untuk memulainya.
  2. Kebiasaan ngaret berangkat ke kantor. Meskipun kantor saya ini cenderung kantor biasa yang saya huni sendirian tapi setidaknya harus ada disiplin waktu. Karena pekerjaan saya adalah seorang TU (Administrasi) sebuah Panti Asuhan. Kadang suka malu sendiri, berangkat ngaret meskipun pulang juga lumayan ngaret. Tapi yang namanya kebiasaan buruk harus ditumpas habis. Belum lagi beberapa kebutuhan anak asuh yang kadang suka mendadak pagi-pagi sebelum berangkat sekolah.. #fiuuuh..
  3. Selanjutnya masih dari urusan ngantor. Karena kebiasaan kalau sudah selesai kerjaan saya buntutin dengan nonton drama Korea. #alamaaak padahal banyak kegiatan produktif lainnya yang bisa saya kerjakan misalnya coba design baru di photoshop, atau bisa juga belajar Coreldraw karena selama ini saya lebih menguasai Photoshop ketimbang Coreldraw. Selain itu juga bisa saya alihkan untuk konsisten ngeblog. Memang terkadang mencari konten dan bahasan blog itu terkesan sulit bagi saya blogger pemula.
  4. Males Ibadah harian. Karena saya seorang muslim dan banyak sekali amalan harian yang kadang pun saya masih ogah-ogahan *Astaghfirullah* .. tapi setidaknya tahun 2019 ini saya fokus memperbaiki SQ saya.

Lantas hal apa saja yang menjadi titik awal tahun ini?

Mumpung 2019 belum terlalu jauh berjalan, beberapa minggu lalu sudah saya list apa saja yang ingin saya bawa di tahun 2019 ini.

  1. Semangat mengejar hobbi. Alhamdulillah diberikan Allah kesempatan untuk memperdalam hobi salah satunya hobi untuk melanjutkan aktifitas tulis menulis (Lettering) dan membangun blog pribadi.
[ngg src=”galleries” ids=”5″ display=”basic_imagebrowser”]

Berikut ini beberapa karya lettering saya.. sebagian ada di akun instagram saya (@)dliyaunnajihah atau bisa langsung klik link ini..

  • Konsisten Blogging, Sebagai seorang blogger pemula, saya pun ingin menjadi blogger profesional yang bisa mengenal dunia dan sisi lain di kehidupan ini karena dunia tulis menulis konten adalah dunia saya sejak kuliah dulu. Menjadi blogger adalah pekerjaan yang mengasyikkan sekaligus saya bisa belajar sekaligus bisa menambah wawasan. Semoga aktifitas ini memberikan dampak positif kepada saya bukan semata-mata karena materi namun untuk pengembangan dan aktualisasi diri, syukur-syukur bisa nulis buku. Aamiin *doakan saja* apalagi jika menjadi travel blogger bisa keliling indonesia tanpa harus mengeluarkan biaya sepeserpun.
  • Jadi pribadi produktif. Blogging sudah pasti harus berjalan minimal satu kali post seminggu, produktif bikin karya lettering dan mandala. Selain itu lebih produktif juga untuk aktifitas dan kegiatan keagamaan. Impian saya tahun ini semoga bisa menjadi Hafidzah, minimal tambah Surah yaitu Surah Ali Imran. Karena saya juga sudah emngantongi juz 30 dan Al-Baqarah insya Allah. Selain itu saya juga ingin menjadi relawan kemanusiaan terutama relawan bencana. Karena tidak bisa dipungkiri Indonesia hari ini cukup membuat saya sering instrospeksi dan lebih peka terhadap sesama. Karena saya juga mengakui tidak punya banyak hal untuk membantu terutama bantuan berupa materi maka saya pribadi ingin mengerahkan diri saya sendiri untuk hal ini. Hitung-hitung sebagai langkah awal tanggap bencana juga saya berusaha untuk merawat dan menjaga lingkungan sekitar. Hal ini juga atas dasar background pendidikan saya selama menempuh kuliah, semoga ilmu saya bermanfaat untuk lingkungan terutama mereka sebagai korban bencana.
  • Memulai dan Belajar hal baru. Ada tambahan ternyata setelah sebulan lebih 2019 ini berjalan. Saya ingin belajar hal baru, mendalami atau memulainya dari awal lagi. Selain blogging, saya juga ingin belajar Bahasa Korea, beajar Taekwondo. Iyaa.. Dulu saya sempat jadi pendekar juga meskipun pendekar Tapak Suci dan masih tingkatan dasar sekali (sabuk kuning belum berbintang) 😂😂😂.. Saya ingin mendalami semua itu dan mendalami dunia fotografi khususnya Flatlay.
  • Menikah. Karena ini bahasanya hanya tergantung Allah jadi saya hanya bisa berusaha dan berdoa. Kalau memang bukan tahun ini semoga tahun selanjutnya. Pikiran ini aslinya bukan perkara usia namun lebih ke pikiran saya sebagai manusia yang harus menjalankan Sunnatullah sebagai ummat Nabi Muhammad SAW

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *