Lelaki Idamanku

Apakah lelaki romantis termasuk kriteria sebagai lelaki idamanmu? Kalau begitu bagaimana definisi lelaki romantis menurutmu?

Bagiku, tak masalah tak romantis asalkan dia realistis. Pemahaman agamanya diatasku atau setidaknya sepemahaman denganku. Bagaimana mungkin? Singkatnya, kita buat kesepakatan yang adil mengenai pondasi agama ini. Kita sepakat sama2 menyelaraskan pemikiran tentang Aqidah masing2. Saling berbagi dan saling menerima. Jika benar dan memiliki ilmu baru maka harus dia ajarkan kepada makmumnya, pun begitu pula makmumnya harus legowo tentang ilmu barunya yang dia dapat dari imamnya, asal tak melenceng dari konteks Aqidah sesuai frame otak kita.

Bagaimana jika yang kau pilih adalah lelaki yang kelak harusnya bisa membimbingmu ternyata maah sebaliknya? Semoga Allah memberikan hidayah kepadaku juga kepada pasanganku. Karena sejatinya kehidupan selanjutnya ialah kehidupan yang amat panjang untuk dijalani namun amat sebentar bila dipakai untuk belajar. Maka, semoga dengan sedikitnya waktu didunia ini bersamanya kelak, apapun keadaan kita semoga diberi kesempatan untuk terus belajar.

Jujur saja, dari tahun 2016 perihal menikah itu sudah saya masukkan resolusi untuk tahun 2019 😁😂 wkwk
Tapi akhir-akhir ini, makin kesini mkin gamang.
Ada apa? Saya takut.. Takut jika suatu saat tidak menemukan pasangan yang satu frame dengan pikiran kita. Karena tak dinafikan, setiap kepala memiliki isi yg berbeda-beda pula apa lagi masaah Aqidah.

Ngomongin masalah Aqidah, penting gak sih aqidah yg lurus bagi kalian?
Karena saya tau dan paham, bahkan yang satu perguruan dulu pun lambat laun bisa beda pola pikir dan cara pandang tergantung medan jajakan kita.

Klo bagi saya yang notabene pemain baru dalam penyintas ini sudah ketar-ketir dengan fenomena akhir-akhir ini. ‘Molak malik’ pikiran manusia bikin panas dingin, ujung-ujungnya saya curhat sama teman saya dan menyimpulkan “Kudu lebih ati-ati klo ngomong dan punya argumen.” setelah menyadari ada seorang influencer banyak berubah lebih liberal sejak menikah.

Ya karena kami ini wanita, kudu ati-ati milihnya. Karena ada banyak omongan “Seorang istri itu tergantung siapa yang pegang.” kasarannya bagi saya, suamilah yg nyetir kita. Klo suami pikirannya agak melenceng dikit dari edarannya ya.. Kutak tau harus bagaimana. Hehehe

Sekian. Doakan resolusi saya tercapai tahun 2019 ini. Aamiin 🙏🙏🙏

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *