Ikhtisar Tentang Perempuan Teduh Hari Ini

Judul Buku : Perempuan Teduh

Penulis : Harun Tsaqif

Penerbit : QultumMedia – Jakarta Selatan

Cetakan : 1 Februari 2019

Cover : Softcover x+238 hal. 14x20cm

ISBN : 978-979-017-415-3

Buku ini ditulis dengan romantisnya oleh Harun Tsaqif dengan tujuan mengembalikan fitrah perempuan jaman sekarang. Yang mana dia melihat hari ini tak banyak perempuan yang mampu menyejukkan hati suami, mengubah kemarahan menjadi cinta, dan mengganti kesedihan menjadi kebahagiaan. Karena kenyataan yang ada perempuan telah kehilangan fitrahnya sebagai perempuan yang mampu membawa keteduhan dijaman yang ganas dengan ketidakmenentuan dunia ini.

buku ini berisi kumpulan tulisan yang terangkum menjadi prosa-prosa dan opini sebagai pengingat kembali fitrah perempuan juga sebagai motivasi perempuan agar bisa menjaga dirinya terlebih bisa meneduhkan siapa saja yang memandangnya. Bukan dengan keelokan, keanggunan dan keindahan parasnya namun dengan inner beauty yang sudah ada pada diri perempuan.

Perempuan Teduh adalah perempuan yang anggun dengan perhiasan ketakwaan, ketaatan, kesantunan dan keramahan.

perempuan Teduh – Hlm. 16

Inilah yang ingin diangkat oleh Harun Tsaqif, melalui tulisannya semoga fitrah asli perempuan tak hilang. Fitrah yang sudah Allah tetapkan kemuliaannya dengan risalah Islam sebagai pembawa kebaikan untuk mereka.

Perempuan Teduh adalah perempuan yang memiliki sifat malu sebagai mahkotanya… Perempuan Teduh juga adalah perempuan yang tak mengubah penampilan taatnya untuk mengejar atau mendapatkan dunia yang fana.

Perempuan Teduh, Hlm. 17

Harun Tsaqif dengan gamblangnya mengibaratkan Wanita Sholihah sebagai Perempuan Teduh. Yang dengan melihatnya hati menjadi tenang dan tentram. Yang ada padanya sebagai perhiasan. Kecantikannya bukan terletak pada tebalnya make up dan terkenalnya didunia. Namun, kecantikannya alami terpancar dari keteduhan hatinya, ketaatan dan ketaqwaan ruh kepada Rabbnya, bahkan dia terkenal dikalangan penduduk langit hingga menjadikan bidadari-bidadari surga cemburu padanya.

Al-Maratus Sholihah, begitulah Perempuan Teduh gambarannya. Dia tak akan dengan pusingnya mengambil apa-apa yang didunia ini. Dia tak akan menjajakan keindahannya hanya demi sebuah kefanaan yang tak kekal yang tak abadi. Baginya mengejar dunia sama saja seperti fatamorgana, tiada habisnya juga tiada hentinya.

Buku ini terlahir dari semua itu, berangkat dari sebuah iktisar sederhana Muslimah akhir zaman ini. Sebuah ikhtisar tentang keadaan dan keberadaan mereka yang kian hari keluar dari jalur yang sepantasnya. Bahkan tak lagi dalam jalur yang sama yaitu jalur yang masih menjadikan Al-Quran dan Sunnah sebagai pedomannya.

Dan hendaklah kamu menetap dirumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah.

Al-Ahzab : 33

Allah sudah memerintahkan aurat wanita hanya sekedar sampai pintu rumah saja. Allah juga sudah menjanjikan sedemikian rupa keamanan bagi mereka yang mengamalkannya. Islam tidak menghambat pergerakan perempuan diluar rumah. Namun, Islam hanya mengatur agar semua yang kita kerjakan tidak keluar dari nilai-nilai kebaikan dan keberkahan.

Saya yakin, buku ini juga ditulis atas dasar kekhawatiran sekaligus keprihatinan penulis. Karena banyak pelajaran dasar wanita ditulis dengan gamblang pada bab-bab awal. Melihat perkembangan jaman yang bagi saya pribadi pun sudah bukan lagi jaman yang aman bagi perempuan terutama muslimah. Ada beberapa rambu-rambu yang tetap harus diwaspadai perempuan sebagai tiang dan tonggak peradaban.

Disinilah pemikiran perempuan dikembalikan, bukan untuk menghalangi ataupun membatasi namun semua hal pada hidup ini memiliki aturan-aturan yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh muslimah.

Buku ini ditulis dengan gaya bahasa yang sangat-sangat sederhana dan cenderung romantis. Perkiraan saya, penulis lebih menyukai gaya bahasa yang muda dicerna perempuan agar lewat ini mereka sadar akan kedudukannya dimata manusia, Islam dan Rabbnya.

Buku ini juga cocok dibaca oleh laki-laki sebagai pendamping/pasangan Perempuan Teduh. Lewat Buku ini barangkali mereka bisa menjadi bijaksana dalam menghadapi perempuan, karena ada beberapa bab yang mengusung opini tentang bagaimana perempuan itu. Seperti pada bab Sekuat Akar yang mengungkapkan bahwa perempuan adalah makhluk setia.

Bagi saya, menikmati Perempuan Teduh ini adalah cara tersendiri mensyukuri nikmat Allah yang tiada duanya. Salah satunya nikmat fitrah yang tak bisa ditandingi oleh laki-laki. Beberapa Bab yang ada pada buku ini berkali-kali membuat saya tersenyum penuh makna sambil bergumam “Ya.. Benar! Perempuan memang seperti itu!” -sesuai fitrahnya. Namun kadang kita lupa betapa berharganya kita.-Penasaran apa saja bab-bab yang bisa bikin saya senyum-senyum sendiri? Cus hubungi Qultum Media, harga bukunya terjangkau dan insyaa Allah bikin terbang sendiri ketika menikmatinya.

Kesimpulan

Perempuan diciptakan dengan berbagai keindahan. Ia mampu meneduhkan mata yang memandang dan menyejukkan hati yang gersang. Keteduhan adalah fitrah yang dianugerahkan oleh Allah kepada setiap perempuan.

namun, perempuan memilih jalan yang salah untuk mencari keteduhan dirinya sendiri. Meyakini beberapa hal yang pendek untuk diirnya sendiri bahkan cenderung tak abadi. Mereka fokus meneduhkan penampilan luarnya saja. Padahal keteduhan sendiri ada pada dirinya, hatinya dan taatnya. Mereka sudah lupa sebenarnya keteduhan sudah ada pada diri mereka tanpa harus dipoles bagian luarnya.

6 Comments

    • Dliyaun Najihah

      Tengkyu sis โคโคโค terima kasih sudah berkunjung. Jangan sungkan-sungkan berkunjung lagi yaaa..

    • Dliyaun Najihah

      Alhamdulillah jika menginspirasi. Jazakillah khairan sudah berkunjung di blog pribadi saya.
      Info bukunya silakan kunjungi akun instagram kak Harun Tsaqif nya atau ke Qultum Media langsung.
      Seertinya ada edisi ttd penulis, tapi tanpa Blocknote. Semangat! Harhanya terjangkau insyaa Allah.

    • Dliyaun Najihah

      Jazakumullah khairan sudah berkunjung di blog sederhana saya.
      Ditunggu karya selanjutnya ya kak. Barakallah juga bukunya sangat-sangat menginspirasi.. Gak bosen bacanya. Insyaa Allah bisa nambah lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *