Cerita Pertama Ikut Watercolor Class oleh Tiiarts dan Nurayya Muslimah

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh!

Alhamdulillah atas izin Allah akhirnya saya bisa posting sesuatu yang baru lagi. Alhamdulillah tsumma Alhamdulillah..
Ngomong-ngomong, sebelum saya melanjutkan tulisan boleh dong ya saya tanya kabar pembaca disini? Bagaimana kabarnya kawan-kawan, kakak-kakak, buibu? Semoga selalu dalam lindungan Allah yaa.. Ada kegiatan yang asyik kah hari ini? Semoga apapun kegiatannya bernilai berkah dan bermanfaat tanpa ada mudhorotnya. Aamiin ya Robb

Nah.. Untuk kali ini saya sendiri akan menceritakan pengelaman mengikuti Watercolor Class yang diadakan oleh kakak Tia Maya Sari dan Nurayya Muslimah (IG : @Tiiarts dan @Nurayyamuslimah ) .. Juga bekerjasama dengan Gerai Hijrah dan Warunk Upnormal tentunya.

Sebenarnya kegiatannya sudah hari Ahad yang lalu tepatnya tanggal 17 Februari 2019 pukul 10.30 WIB di Warunk Upnormal Jl. Raya Lidah Wetan No. 19-20, Surabaya Barat.

Apa saja yang didapat dari Watercolor Class ini kak?

  1. Toolkit Watercolor (Pallet warna untuk watercolornya, kertas Watercolor, Kuas merk Xpression no. 3, buku panduan watercolor)
  2. Makan Siang dari Warunk Upnormal sendiri dan cemilan berupa Cheese Cake dari Kropa-Kropa ID.
  3. Goodie Bag , berisi pigora dan beberapa voucher belanja dari Gerai Hijrah Sby, Lily Hijab dan Nurayya Muslimah Salon dan Spa Muslimah.
  4. Doorprize, diakhir sesi ada chellenge jadi disini kita membuat karya kita setelah mengikuti Watercolor Class tadi.
  5. Frame/Pigora, untuk kali ini pigoranya warna emas.

Sampai situ saja? Oh, No! Ada beberapa kesan yang ingin saya ceritakan disini. Apa saja?

Penampakan Watercolor Class Bagian 1

Alhamdulillah saya sampe sana sekitar pukul 10.25 WIB, jadi ada sekitar 5 menit untuk ramah tamah dengan kak Tia dan beberapa kawan salah satunya Tim Marketing dari Nurayya Muslimah Salon dan Spa Muslimah (Aduh lupa gak tanya nama.. Maafkan sayaaaah teman-teman!) disitu sudah ada satu peserta yang sudah duduk sesuai tempat duduknya.

Karena kebetulan saya berangkat dengan keponakan maka bertembahlah pesertaya. Alhamdulillah suasana kondusif, karena memang kelas nya sudah disediakan oleh pihak Warunk Upnormal bertempat diruang khusus meeting atau apalah namanya, tapi biasanya memang setiap Caffe besar ada ruang meeting atau ruang pertemuan yang sudah disewakan untuk kegiatan kelompok/komunitas seperti Watercolor Class ini.

Selanjutnya, beberapa peserta mulai berdatangan dan akhirnya kita mulai kelas pukul 11 siang kurang sedikit insya Allah klo ndak salah. Materi pertama adalah materi dasar cat air. Jadi Kak Tia sendiri menggolongkan kadar touch up nya watercolor menjadi 4 bagian yaitu Tea, Coffe, Milk dan Butter. Setiap kategori pun memiliki kadar atau ukuran kekedapannya sendiri dari Tea yang paling tipis dan terang hingga Butter yang paling gelap dan kental. Jadi semakin keatas katgorinya semakin gelap dan kental. Berikut referensi warnanya..

Selanjutnya, untuk rekomendasi brush/kuasnya, kak Tia sendiri lebih merekomendasikan Xpression brus. Karena dari semua kuas, bagi beliau sendiri Xpression Brush ini lebih lentur apa lagi untuk pemula. Karena memang kebanyakan dari kita yang mengikuti kelas ini adalah kalangan pemula.

Dan untuk cat airnya, Kak Tia yang sudah 3 tahun malang melintang di dunia cat air ini memiliki beberapa cat air andalan, salah satunya berbentuk pallet punya Winsor and Newton dan lainnya cat air biasa.

Dan untuk makan siang sendiri sudah disediakan oleh pihak Warunk Upnormal dan cemilan ringan berupa Cheese Cake oleh Kropa-Kropa ID.

[ngg src=”galleries” ids=”7″ display=”basic_imagebrowser”]

Ada beberapa ilmu yang bermanfaat lainnya, seperti pengalaman baru dan teman baru.

[ngg src=”galleries” ids=”6″ display=”basic_imagebrowser”]

Overview..

Kenapa saya ikutan kelas ini?

Iseng-iseng saya ditanyain sepupu ipar karena sudah berhasil nyulik anaknya buat ikutan kelas ini. Bagi saya, semua ini adalah bukan lain karena memang kehendak Allah, saya diberi mood untuk ikutan kelas ini dan akhirnya terjawab sudah mood saya selama ini ingin hidup seperti apa.

Akhirnya titik temunya saya ingin punya desain undangan pernikahan sendiri dengan karya saya. Lewat dia saya ingin karya saya dikenal, meskipun gak harus seluruh dunia. Minimal saya memiliki kesibukan dan memiliki karya. Karena bagi saya hidup ini harus memiliki karya minimal satu karya. Dan pastinya semoga bermafaat dan tidak bernilai madhorot.

Akhir-akhir ini memang saya lebih berkesan dengan dunia kesenian, karena memang sudah bawaan dari sananya dan memang passion saya. Meskipun bertabrakan dengan semua konsetrasi ilmu dari SMP hingga Kuliah. SMP-MA saya belajar agama, kuliah jurusan llmu Kesejahteraan Sosial. Hehehe (tak apaaa..)

Inilah gebrakan baru saya, saya ingin memiliki karya saya ingin memperkenalkan pada dunia bahwa berkarya sesuai ajaran islam itu ada. Untuk itu kedepannya saya ingin konsentrasi pada karya-karya tanpa ‘Makhluk Hidup Berakal’ dan ‘Makhluk Hidup Bergerak’. Karena saya sendiri sudah paham sesuai ajaran saya bahwa melukis yang berakal dan bergerak akan diambil pertanggungjawabannya kelak.
Selain itu, dulu saat usia SD saya ingat betul pernah bertanya kepada bapak masalah menggambar, karena beliau sudah tau anaknya memiliki minat untuk kesenian beliau langsung berujar “Gak apa mbak menggambar itu bagus, cuma jangan yang bernyawa yaa.. Bapak takut nanti kamu diakhirat dimintai pertanggungjawaban untuk menghidupkan kembali karyamu itu.” sampai sini seketika itu saya langsung paham Oh.. Berarti besok-besok gambar semuanya gak apa kecuali manusia dan hewan.

Dan kebetulan memang passion saya adalah benda-benda dengan nilai keindahan. Seperti Bunga, daun, banguan-bangunan dll. Dari awal diskusi itulah pikiran saya berkelana dan saya setting sendiri saya mencintai segala bentuk keindahan alam dan Kuasa-Nya. Inilah karya Allah.

Kelak, jika memang Allah ijinkan semoga saja saya pribadi bisa memiliki karya yang bisa saya hadiahkan kepada anak cucu saya. Iseng-iseng nyontek konsep gambar dari fil Korea berjudul Be With You (2018) yang dibintangi oleh Soo Ji Sub dan Son Hye Jin.

Be With You (2018)

Ceritanya, Soo A (Son Hye Jin) selama menikah dengan dengan Woo Jin (Soo Ji Sub) dia memiliki karya berupa cerita anak yang dia karang dan dia desain sendiri berupa cat air. Karyanya seketika berubah menjadi kenyataan dalam kehidupan mereka dan dibaca oleh anak mereka ketika Soo A meninggal. Untuk cerita lanjutannya silahkan streaming di aplikasi Viu atau Drakorid+ . hehehe *Note: siapkan tisu sebelum nonton*
Film ini adalah versi remake dari novel Jepang berjudul Ima, Ai ni Yukimasu karya Takuji Ichikawa dipublikasikan pada 27 februari 2003 oleh penerbit Shogakukan versi film Jepang dirilis tahun 2004 dengan judul yang sama dan berhasil memenangkan Penghargaan Seni Baeksang untuk Kategori Film : Aktris Terpopuler oleh Son Hye Ji

Kembali ke Watercolor, saya ingin memiliki sebuah ruang pribadi untuk berkarya atau studio pribadi seperti pada film Be With You ini. Soo A memiliki kamar sendiri untuk berkarya dan semua karya tersimpan rapi pada kamar itu. Saya sendiri membayangkan, betapa serunya memiliki ruangan pribadi sebagai tempat berkarya dengan desain minimalis dengan jendela lebar dan panjang disertai dengan Reading Corner dan Pantry kecil. Dan keinginan ini harusnya disemogakan. Aamiin

Contoh Watercolor Corner

Terima kasih sudah ikhlas mantengin cerita saya ini yang bikin geregetan ngomongin watercolor sampai ke film Be With You. Atau kapan-kapan bisa saya review filmnya ya? Next time aja yaa..

Saya pamit undur diri dulu. Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *